Sudah lazim terdengar jika anak muda sekarang sangat familiar dengan media sosial Tik Tok. Mereka tidak hanya dengan cepat beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi mereka juga sangat cepat menyerap apa yang sedang Viral di Tik Tok. Kemudian menirukannya dalam sebuah adegan video dengan sedikit modifikasi dan Taraaaa, video pun viral.
Namun, tidak semua anak muda senang memviralkan dirinya lewat joget dan tari. Banyak yang tetap gigih menepikan diri dari hiruk pikuk medsos.
Ada 1.700 peserta Festival dan Open Karate Tournament Piala Walikota Malang diselenggarakan di GOR Ken Arok.
Jumlah peserta yang membludak membuat, panitia kewalahan dalam menyiapkan logistik peserta. Banyak yang kecewa ketika medali ternyata tidak mencukupi untuk dibagikan pada pemenang di hari pertama.
Sangat dimaklumi kekisruhan ini, mengingat jarak penutupan pendaftaran dan pelaksanaan hanya terpaut 1 Minggu. Dalam kurun 1 Minggu itu, tentu saja untuk event selevel Piala Walikota Malang sangat menyedot banyak minat atlet dari seluruh penjuru Jawa Timur.
Terlepas dari itu semua, secara umum pelaksana pertandingan selama dua hari berturut-turut telah sejenak menghidupkan semangat bertanding kembali pasca pandemi.
Lebih daripada itu, perputaran ekonomi telah berlangsung. Para penjual atribut karate yang berjajar di luar arena juga penjual makanan dan minuman tak ingin kehilangan moment.
Dan yang paling utama adalah mengalihkan sejenak generasi Tik Tok ini dengan kegiatan positif yang mengharumkan nama dirinya, ortu, Dojo, dan sekolahnya.
Salam OSH
No comments:
Post a Comment